Pentingnya Pelayanan

Pagi ini saya membawakan tema yang sama sekali beda dalam talkshow saya di Radio Sonora.Temanya adalah mengenai pentingnya pelayanan. Tema ini terdengar seperti lebih dekat dengan manajemen bisnis.
Kita sudah sering mendengar kata-kata "Pembeli adalah raja". Ini menunjukkan bahwa melayani konsumen merupakan kunci sukses dalam bisnis. Dalam lima tahun terakhir juga sering mendengar kampanye yang digagas perusahaan-perusahaan milik negara (BUMN) dan lembaga-lembaga pemerintah dengan apa yang dinamakan "Kepuasan Konsumen' atau "Consumer Satisfaction". Semua itu merujuk pada upaya untuk memberikan layanan terbaik pada konsumen atau masyarakat. Jika layanan terbaik sudah diberikan maka sukses suatu institusi bisnis atau lembaga akan lebih mudah dijangkau.
Sekitar Kita
Sebenarnya layanan tak hanya dikenal dalam dunia bisnis atau lembaga yang melayani masyarakat. Layanan selayaknya dilakukan juga oleh kita terhadap hal-hal di sekitar kita. Kita harus melayani teman-teman kita dan bukan sebaliknya menunggu untuk dilayani. Jadi kita lebih proaktif membeli layanan pada teman-teman, seperti mau membantu teman di kala kesusahan tanpa menunggu si teman meminta, mau menasihati teman kala melenceng dari jalur yang semestinya, dan sebagainya, maka kita akan mudah diterima di tiap lingkungan yang kita masuki.Jika mudah diterima kita membuka jalan kita sendiri menuju sukses.
Jika kita sudah memulai menumbuhkan sikap melayani dari diri sendiri, ketika terjun ke bisnis atau menjadi pelayan masyarakat atau menjadi pejabat, maka kita akan bisa melayani dengan tulus. Sikap melayani bukan merendahkan diri kita. Justru sikap itu meningkatkan martabat kita sebagai manusia. Dan dalam tatanan bisnis modern gerakan memberi ketulusan, kejujuran, melayani sebaik-baiknya, merupakan kunci sukses. Nah, sejauh mana kita sudah melakukannya?
Netter yang Luar Biasa!
Tadi pagi juga saya menghadirkan suara seorang narasumber (wawancara via telepon) yang berhasil menerapkan manajemen modern dengan mengutamakan pelayanan ini. Ia adalah seorang pengusaha muda yang memulai bisnis dari nol.
Bagi saya itu luar biasa. Bayangkan20-an tahun lalu ia memulai bisnis sebagai "calo" handphone. Sekarang ia mendapat julukan "Raja Voucher" karena tokonya sudah mencapai 500 toko voucher seluler dengan 70.000 reseller di seluruh Indonesia.
Pengusaha itu adalah Hengky Setiawan. Baca profil suksesnya, secara lengkap, di Majalah LuarBiasa edisi Juli 2010.
Karena itu jangan khawatir kita memulai bisnis (jika berbisnis) kendatipun bisnisnya kecil. Jika layanan kita tulus dan memuaskan konsumen, jalan menuju sukses sudah kita buka. Tinggal mengelolanya lebih lanjut. Jika Hengky bisa sukses, kita pun bisa sukses di bidang kita. Success is our right. Sukses adalah hak kita!
Oke, teman-teman? Salam sukses luar biasa!!

No comments:

Post a Comment

Post a Comment