Bangun, Bangun, dan Bangun!

 Sudah satu minggu kita memasuki tahun 2010. Meski euforia tahun baru masih menyelimuti sebaiknya kita segera bersiap diri, hempaskan rasa malas dan hembuskan semangat untuk menyambut tantangan baru di tahun 2010! Tahun ini kembali akan kita lewati dengan cara yang tidak gampang.
Ada satu catatan penting: Begitu tahun 2010 dimulai, Indonesia sudah otomatis masuk ke dalam zona perdagangan bebas yang baru yang disebutASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) alias Zona Perdagangan Bebas ASEAN-China. Kesepakatan ini ditandatangani November 2002 dan implementasinya diberlakukan per 1 Januari 2010 kemarin. Sekarang, siap tidak siap, kita harus siap karena pemerintah sudah konsekuen akan mengikuti aturan itu.
Pemberlakuan perdagangan bebas inimembuat kita semakin kewalahan menghadapi serbuan produk-produk China yang merajalela. Sudah harganya murah, jumlahnya banyak, kualitasnya juga bersaing. Produk lokal yang dibuat dengan semangat asal jadi sudah tentu akan terlibas. Kita kalah bersaing di kandang sendiri.
Tidak hanya produk pabrikan atau kerajinan tangan yang kalah bersaing, bahkan buah-buahan pun yang ditumbuhkan alam diperhitungkan kita bisa kalah. Buah-buahan lokal warisan nenek moyang kita bisa tersingkir dari pasar dalam negeri karena kalah bersaing dengan buah-buahan impor dari China. Produk tekstil juga mengalami nasib yang sama. Malah para produsen tekstil dan produk tekstil sudah ancang-ancang lebih baik menjadi pedagang dibanding mengelola pabrikannya karena tak kompetitif lagi.
Teman-teman yang luar biasa!
Kita tak perlu menyalahkan serbuan produk-produk dari China itu sepanjang mereka memasukkannya dengan cara legal. Justru kita sebaiknya instrospeksi diri. China yang baru bangkit 30 tahun lalu kok bisa sehebat itu membangun ekonominya. Cadangan devisanya saja sudah lebih dari US$ 2 triliun. Kenapa kita yang merdeka 64 tahun lalu masih kedodoran?
Kita pantas iri dengan semangat kerja mereka yang luar biasa. Produktivitas tenaga kerja mereka meningkat tajam, faktor yang membuat mereka cepat berkembang. Untuk membandingkannya, menurut seorang peneliti di LIPI, produktivitas tenaga kerja Indonesia sekarang cuma 60% dari produktivitas tenaga kerja China.

Pemberlakuan ACFTA untuk jangka pendek memang terasa membuat kita sulit bersaing. Akan tetapi, mengeluh dan mengeluh hanya akan membuat kita tambah terpuruk! Untuk itu, kita harus berbenah diri dimulai dengan melakukan revolusi mental/pembenahan di sana-sini. Tentu, ini harus dimulai oleh pemerintah dan didukung oleh kita semua.
Melalui revolusi ini kelak kita bisa ciptakan buah-buahan unggul, produk tekstil menarik, dan produk-produk lainnya yang kompetitif.Semua ini memungkinkan kita bisa mengimbangi produk China dan negara lainnya serta tak tertutup kemungkinan kita bisa membanjiri ekspor.
Jika China bisa, kita juga pasti bisa. Success is our right! Sukses adalah hak kita semua! Namun untuk meraih sukses, ada harga yang harus dibayar.... yaitu perjuangan nyata!

http://www.andriewongso.com/artikel/catatan_andrie_wongso

No comments:

Post a Comment